Seorang gadis remaja dikirim ke kamp konversi terapi untuk kaum gay yang diawasi oleh seorang pria suci palsu yang menyeramkan, yang metode brutalnya melepaskan setan pendendam yang bertekad memicu bunuh diri massal. Loves Spell (2020) iLK21Ini juga keren: Nonton Bad Teacher 2011 - Nonton Ladder 49 2004 - Nonton Delias Gone 2022 - Nonton Were […]
Luxury138Luxury138
Cara Menonton Film Di Situs Kami
  • Klik "SKIP TRAILER" untuk melewati trailer.
  • Klik tombol ▶️ pada player untuk memulai film.
  • Gunakan Server 2 atau 3 jika player lambat.
  • Bookmark situs kami agar mudah diakses kembali.

Parable (2020) – IDXXI

IMDB Rated: 5.5 / 10
Original Title : Parable
5.5 32

Seorang gadis remaja dikirim ke kamp konversi terapi untuk kaum gay yang diawasi oleh seorang pria suci palsu yang menyeramkan, yang metode brutalnya melepaskan setan pendendam yang bertekad memicu bunuh diri massal.

Ulasan untuk Parable (2020)

✍️ Ditulis oleh Sinta Maharani

Parable (2020): Terjebak dalam Misteri Ingatan yang Menyesatkan Bagi para penggemar thriller psikologis yang menawarkan ketegangan lewat intrik pikiran dan realitas yang meragukan, *Parable (2020)* hadir dengan premis yang cukup menarik. Film ini mengajak kita masuk ke dalam sebuah labirin kebingungan di mana ingatan adalah musuh sekaligus kunci. Sejak awal, film ini berhasil menciptakan atmosfer yang gelap dan penuh tanya, memaksa penonton untuk terus menerka dan merasa tidak nyaman di kursi mereka. Cerita *Parable* berpusat pada pengalaman seorang perempuan yang mendapati dirinya terbangun di sebuah kabin terpencil, tanpa sedikit pun ingatan tentang siapa dirinya atau bagaimana ia bisa sampai di sana. Kehilangan memori ini langsung menempatkannya pada posisi yang sangat rentan, baik secara fisik maupun mental. Di tengah kekosongan identitas tersebut, ia menemukan dirinya ditawan oleh sesosok pria misterius. Sejak saat itu, perjuangan untuk bertahan hidup tidak hanya terbatas pada upaya melarikan diri, melainkan juga pertarungan untuk merekonstruksi masa lalu, memahami kebenaran di balik penangkapannya, dan menyelami lapisan-lapisan tipis antara realitas dan ilusi. Film ini secara cerdas menggunakan amnesia sebagai perangkat naratif utama untuk membangun ketegangan dan mengeksplorasi tema-tema tentang trauma, identitas, dan pencarian kebenaran yang terkubur dalam-dalam. Secara visual, *Parable* memilih pendekatan yang efektif dalam membangun suasana kelam dan isolasi. Penggunaan lokasi kabin terpencil dan lanskap yang sunyi menciptakan rasa terasing yang kuat. Sinematografinya mungkin tidak selalu spektakuler, namun ia konsisten dalam menciptakan palet warna yang muram dan pencahayaan yang seringkali minim, berhasil menonjolkan nuansa claustrophobic dan ketidakpastian yang menjadi inti cerita. Setiap sudut kabin terasa seperti menyimpan rahasia, dan setiap bayangan bisa jadi menyembunyikan ancaman. Atmosfer semacam ini sangat krusial dalam film thriller psikologis, dan *Parable* berhasil menyajikannya dengan cukup baik, membuat penonton ikut merasakan tekanan dan kegelisahan sang karakter utama. Kualitas akting menjadi salah satu pilar utama dalam genre semacam ini, di mana emosi dan ekspresi dapat berbicara lebih banyak daripada dialog. *Parable* cukup beruntung memiliki jajaran pemain yang mampu mengemban tugas tersebut. Pertama, mari kita bahas Carla Classen. Sebagai poros utama cerita, ia memikul beban yang sangat berat untuk menampilkan kebingungan, ketakutan, dan keputusasaan seseorang yang kehilangan ingatannya. Classen berhasil menunjukkan transisi emosi yang meyakinkan, mulai dari kebingungan awal, ketakutan yang mencekam, hingga tekad yang muncul perlahan untuk mengungkap kebenaran. Ekspresi matanya seringkali menjadi jendela bagi kekacauan batin yang ia alami, dan setiap gerak-geriknya merefleksikan kerapuhan sekaligus kekuatan yang perlahan tumbuh. Penampilannya memungkinkan penonton untuk bersimpati dan terhubung langsung dengan perjuangan karakternya. Kemudian ada Jane de Wet. Perannya, meskipun mungkin tidak selalu berada di garis depan setiap adegan, tetap meninggalkan kesan mendalam. Ia memiliki kemampuan untuk menyampaikan kehadiran yang kuat hanya dengan tatapan atau gestur kecil. Ada intensitas tertentu dalam penampilannya yang menambahkan lapisan misteri dan potensi ancaman, atau justru kehangatan yang meragukan, tergantung pada konteks adegan. De Wet berhasil menjaga ambiguitas karakter yang ia mainkan, membuat penonton terus bertanya-tanya tentang motif dan perannya dalam keseluruhan teka-teki. Terakhir, Thapelo Aphiri. Ia memainkan peran yang krusial sebagai sosok yang menjadi kunci atau penghalang bagi kebenaran. Aphiri menampilkan karakternya dengan campuran ketenangan yang mengganggu dan potensi bahaya yang tersembunyi. Ada momen-momen di mana ia berhasil membuat kita merinding hanya dengan cara ia berbicara atau bergerak. Ia tidak hanya sekadar menjadi antagonis, tetapi juga semacam katalisator yang memaksa karakter utama untuk menghadapi trauma dan realitas pahit. Penampilannya sangat penting dalam menjaga tensi dan membuat situasi terasa semakin tidak nyaman. Secara keseluruhan, kontribusi akting mereka sangat vital bagi keberhasilan *Parable* dalam membangun narasi psikologis yang kuat. Chemistry antar pemain, terutama dalam dinamika yang penuh ketegangan, membantu menahan cerita agar tidak terasa hampa. Mereka berhasil menghidupkan karakter-karakter yang kompleks dan membuat penonton berinvestasi pada nasib mereka, meskipun sebagian besar cerita adalah tentang ingatan yang hilang dan realitas yang berputar. Tanpa akting yang meyakinkan, film ini mungkin akan kehilangan daya tariknya sebagai thriller psikologis yang mengandalkan kedalaman emosi dan konflik batin. Tensi cerita dalam *Parable* terbangun secara perlahan, mengikuti alur kebingungan sang karakter utama. Ini bukan film yang mengandalkan *jump scare* murahan, melainkan lebih fokus pada ketegangan psikologis yang dibangun dari ketidakpastian dan ancaman yang tak terlihat. Pacing-nya bisa dibilang cenderung lambat di beberapa bagian, memungkinkan kita untuk meresapi suasana dan ikut mencoba menyusun kepingan memori yang hilang. Meskipun terkadang terasa sedikit bertele-tele, ritme ini justru memungkinkan film untuk membangun atmosfer yang mencekam dengan lebih efektif, membiarkan rasa takut merayap perlahan daripada datang secara eksplosif. Ketika momen-momen puncak datang, dampaknya terasa lebih signifikan karena fondasi ketegangan telah dibangun dengan kokoh. Sebagai penutup, *Parable* adalah film yang cocok bagi mereka yang menyukai teka-teki psikologis dan narasi yang menguji persepsi penonton. Film ini mungkin tidak menawarkan jawaban yang mudah atau plot twist yang menghebohkan di setiap tikungan, tetapi ia berhasil menciptakan pengalaman yang meresahkan dan mengundang perenungan tentang betapa rapuhnya ingatan dan realitas yang kita yakini. Dengan akting yang solid dan suasana visual yang mendukung, film ini berhasil menyajikan perjalanan yang membingungkan namun menarik ke dalam kegelapan pikiran manusia. Skor akhir: 5.7/10
Sumber film: Parable (2020)

Duration: 90 min Min

TMDB Rated: 5.5 / 32

Release Date: 2020-03-31

Countries: